Kendari – Sebuah mobil yang masuk ke area pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU 74.931.01 Saranani, Kota Kendari, memicu kecurigaan warga. Kendaraan tersebut diduga menyerobot antrean Pertalite hingga memunculkan istilah “mobil siluman” dan pertanyaan mengenai pengawasan penyaluran BBM bersubsidi.
Menanggapi polemik tersebut, Pengawas SPBU 74.931.01 Saranani, La Ode Hanura, menegaskan bahwa mobil yang dimaksud belum sempat melakukan pengisian BBM. Ia menyatakan, hal itu diketahui berdasarkan rekaman kamera pengawas atau CCTV yang telah diperiksa pihak manajemen.
“Berdasarkan rekaman CCTV, posisi kendaraan berada di urutan kedua dalam antrean dan belum ada proses pengisian BBM,” kata Hanura kepada media, Sabtu malam (17/10/2026).
Menurut Hanura, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.35 WITA. Saat itu, sebuah mobil masuk dari arah depan ketika operator sedang melayani kendaraan roda dua.
Kehadiran mobil tersebut menimbulkan kecurigaan warga. Kendaraan itu bahkan sempat dihalangi dari arah depan karena diduga menyerobot antrean pengisian Pertalite.
Hanura menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan rekaman CCTV, mobil tersebut belum menjalani proses pengisian BBM. Ia juga membantah adanya kerja sama antara pengawas, operator, dan pemilik kendaraan untuk melakukan pengisian yang tidak sesuai prosedur.
“Tidak ada unsur kesengajaan atau kerja sama dengan pihak mana pun, termasuk operator kami. Kalau ingin membuktikan, silakan periksa rekaman CCTV di lokasi,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan adanya praktik kecurangan di internal SPBU hanya berdasarkan keberadaan kendaraan tersebut di area pengisian.
Meski demikian, dugaan yang berkembang di tengah masyarakat tetap perlu ditelusuri secara objektif. Rekaman CCTV dapat menjadi salah satu bukti untuk menjelaskan kronologi kejadian, sedangkan penilaian menyeluruh memerlukan pemeriksaan terhadap prosedur pelayanan dan bukti pendukung lainnya. (Redaksi)






























